after dispatch Home Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia http://www.apkomindo.or.id/index.php/component/content/frontpage Wed, 08 Sep 2010 23:29:04 +0000 Joomla! 1.5 - Open Source Content Management en-gb Komputer Bekas dan Bahaya Lingkungan http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/what-press-said-about-us/2302-komputer-bekas-dan-bahaya-lingkungan http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/what-press-said-about-us/2302-komputer-bekas-dan-bahaya-lingkungan 30 August 2010

Dalam diskusi di milis, ada topik yang mengutarakan dibukanya kembali impor komputer bekas karena dapat dimanfaatkan kalangan pendidikan yang dinilai belum mampu membeli komputer. Berbagai tindakan pencegahan impor komputer bekas dilakukan oleh pengurus Apkomindo sejak awal tahun 2000-an. Impor komputer bekas dinilai bisa membawa Indonesia menjadi tempat pembuangan limbah elektronik dan bila terus dibiarkan bisa merusak lingkungan Indonesia.
Apkomindo mendukung kebijakan Kementerian Perindustrian melakukan pelarangan impor komputer bekas dengan alasan apa pun.

Terutama tindak pelarangan dengan alasan agar Indonesia jangan menjadi sasaran limbah elektronik, seperti yang terjadi di China, India, dan negara-negara Afrika. Karena terbukti, pada kandungan produk elektronik dan komputer mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).Beberapa tahun yang lalu, impor komputer bekas pernah diizinkan melalui proses pengondisian terlebih dulu maupun langsung ditumpuk dalam peti kemas. Tindakan impor komputer bekas semula didukung tujuan mulia untuk mencerdaskan anak bangsa dan hanya digunakan di kalangan pendidikan. Kenyataannya terbukti nyaris dua per tiga total komputer bekas yang diizinkan masuk tidak dapat digunakan lagi.
Yang lebih menyakitkan lagi, komputer bekas dalam kondisi baik malahan ada yang masuk ke pasar, meleset dari tujuan semula. Dijual sebagai komputer bekas atau digunakan beberapa komponen pendukung secara diam-diam pada komputer rakitan yang dipasarkan sebagai komputer baru.
Komputer bekas biasanya dihibahkan atau dijual dengan harga murah untuk sekolah-sekolah di kota-kota kecil di Jawa maupun berbagai kota menengah di luar Pulau Jawa. Namun, setelah masa pakai komputer bekas berakhir, terjadi penumpukan limbah elektronik di kota-kota tersebut. Bukan hanya itu, sekolah-sekolah bahkan tidak menyadari telah menyimpan limbah elektronik yang tergolong B3.
Bekas dalam negeri
Sikap melunak Apkomindo terhadap pelarangan impor komputer bekas adalah tetap menyetujui penghibahan komputer bekas asal perusahaan-perusahaan dalam negeri ke sekolah-sekolah. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) sangat berpotensi melakukan pendistribusian hibah komputer bekas dari perusahaan-perusahaan di Indonesia dibagikan ke sekolah-sekolah untuk pendidikan anak didiknya.
Sama halnya dengan komputer bekas impor, hibah komputer bekas perusahaan-perusahaan di Indonesia ke sekolah-sekolah juga akan menimbulkan limbah elektronik bila masa pakainya berakhir. Hal ini yang belum pernah terpikirkan oleh perusahaan yang melakukan proses hibah maupun oleh Apkomindo dan AOSI.
Padahal, setiap produsen produk elektronik sudah selayaknya menerapkan program EPR (extended producer responsibility) dari hulu sampai hilir, menggunakan komponen yang ramah lingkungan dan wajib melakukan penarikan produk elektronik yang telah dipasarkannya untuk dikelola dengan baik dan benar.
Setiap kantor perwakilan pemegang merek di Indonesia umumnya hanya dibekali tanggung jawab bidang sales-marketing dan masalah pra-purnajual saja. Urusan limbah elektronik biasanya menjadi program principal negara asalnya. Alasannya, tidak ada dana EPR diberikan kepada kantor di Indonesia.
Nota kesepahaman
Pengimpor komputer bekas yang menyasar sekolah-sekolah wajib memikirkan dampak limbah elektronik. Bila ada perusahaan atau institusi bermaksud mengimpor komputer bekas, mereka selain memperhitungkan biaya impor dan pengapalan, wajib menganggarkan dana pengelolaan limbah elektronik.
Setiap upaya impor komputer bekas wajib melibatkan berbagai kementerian, mulai Kementerian Diknas, Perindustrian, Perdagangan, Keuangan, dan Lingkungan Hidup. Harus ada nota kesepahaman antara institusi pengimpor, kelima kementerian, dan perusahaan lingkungan yang telah memiliki fasilitas pengolahan limbah elektronik.
Hal sama perlu dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berniat menghibahkan komputer bekas ke sekolah-sekolah, perlu menyisihkan anggaran ongkos angkut limbah elektronik dari sekolah-sekolah ke lokasi perusahaan lingkungan yang telah memiliki fasilitas pengolahan limbah elektronik yang baik dan benar.
Ini harus menjadi tanggung jawab pengimpor maupun perusahaan yang melakukan hibah sambil menunggu kesadaran produsen atau para pemegang merek produk elektronik dan komputer menerapkan program EPR dengan konsekuen.
Seharusnya pemerintah menjalankan peran melindungi masyarakat dan lingkungan dari limbah elektronik. Pemerintah tidak boleh membiarkan satu masyarakat pun terkena dampak pengelolaan limbah elektronik yang tidak benar. Pemerintah harus melindungi semua warga masyarakat untuk bisa selamat dari dampak limbah elektronik yang tergolong B3.

 

Sutiono Gunadi Pengurus Apkomindo dan AOSI
(Sumber: Kompas, Senin, 30 Agustus 2010)

]]>
registrasi@apkomindo.or.id (Sutioo Gunadi) frontpage Thu, 02 Sep 2010 17:31:07 +0000
Ketua DPD Apkomindo Perempuan Pertama http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/berita-antar-kita/2218-ketua-dpd-apkomindo-perempuan-pertama http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/berita-antar-kita/2218-ketua-dpd-apkomindo-perempuan-pertama Untuk pertama kali dalam sejarah APKOMINDO, telah terpilih seorang wanita sebagai ketua DPD. Rachmawati dipilih oleh sekitar 40-an pengusaha komputer di Depok dalam MUSDA pertamanya.

Susunan Pengurus harian DPD Apkomindo Depk terdiri atas :

Ketua               : Rachmawati

Sekretaris          : I Made Robert Arsana

Bendahara         : Sunarko

Dan untuk pertama kalnya telah dipilih juga DPA : Samsul Ma'aripomulya dan Michael Sunggiardi masing2 sebagai Wakil Sekjen dan Waketum Bidang Teknologi.

Berikut foto2 dari DPDH dan dan pengurus DPD Apkomindo Depok.....

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

]]>
registrasi@apkomindo.or.id (ams) frontpage Tue, 31 Aug 2010 03:09:30 +0000
Pemasangan Promosi EO Lain di depan Area Pameran Meresahkan Anggota http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/berita-antar-kita/2111-pemasangan-promosi-eo-lain-di-depan-area-pameran-meresahkan-anggota http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/berita-antar-kita/2111-pemasangan-promosi-eo-lain-di-depan-area-pameran-meresahkan-anggota Dalam dua kali pameran terkahir yang diselenggarakan oleh Apkomindo Malang Raya (Apkom) telah ada dua kali kejadian yang meresahkan Anggota Apkomindo Malang raya.

Pertama pemasangan Baliho oleh Event Orginizer (EO) lain pada awal Juli 2010 di depan Lapangan Polinema dimana pada saat bersamaan Apkom  sedang Mengadakan pameran CompuVaganza di Lapangan Polinema. Sedangkan kedua adalah Pemasangan VBaner di depan Matos di awal Agustus 2010 dimana saat ini juga Apkom  menyelanggarakan pameran Xtreem Technology di Matos.

Menanggapi kejadian ini pengurus Apkom meredam keiinginan beberapa anggotanya untuk berbuat hal yang sama, karena Apkom adalah wadah yang mengayoni anggotanya. “Kami tidak akan memasang media promosi apapun di depan area teman-teman EO lainnya yang sedang menyelenggarakan pameran pada waktu yang bersamaan dengan Apkom, kalaupun mereka ramai kami juga ikut senang, toh mereka juga teman-teman kami juga” ujar Ismet dari SekBid KesBang Apkomindo Malang Raya.

Dalam hal adanya pameran Apkomindo Malang Raya yang selalu bersamaan waktunya dengan EO lain karena masih kurangnya komunikasi antara Apkom dan EO lainnya, walaupun sebenarnya Apkom sudah berusaha untuk pendekatan berkomunikasi denga EO lainnya mengenai jadwal pameran yang akan disekenggaran dalam setahun, akhirnya Apkom mempublish jadwalnya di Website resminya ini agar EO lainnya bisa menyesuikan jadwal agar tidak bersamaan. Tapi kenyataannya dilapangan tidak bisa dihindari.

Semoga di tahun 2011 nanti Apkom bisa lebih baik lagi dalam pengaturan jadwal pameran dengan mengatur jadwal bersama EO lainnya.

]]>
registrasi@apkomindo.or.id (admin) frontpage Mon, 23 Aug 2010 13:28:21 +0000
Pemenang undian hadiah Mobil NIX 2010 http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/what-press-said-about-us/1421-pemenang-undian-hadiah-mobil-nix-2010 http://www.apkomindo.or.id/index.php/it-news/sekitar-apkomindo/what-press-said-about-us/1421-pemenang-undian-hadiah-mobil-nix-2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dr.Inggrit Anggraini, pemenang undian Mobil Nissan Grand Livina. Yang diundi di Jakarta dihasapan Notaris R Kusmartono, SH dan pejabat SUDIN SosialDKI Jakarta, 11 Juli 2010, yang lalu....

dr. Inggrit Anggraini, adalah seorang dokter Puskesmas di Dumai, Yang tepat pada saat pengundian dilakukan, dr Inggrit sedang dalam acara resepsi pernikahannya. Suatu Kado luar biasa bagi kedua psangan yang berbahgia ini..... Selamat....!!! (ams)

]]>
registrasi@apkomindo.or.id (ams) frontpage Mon, 19 Jul 2010 03:20:17 +0000